Minggu, 03 April 2011

Musim Dingin Bulan Desember


Kepingan salju masih putih, meremas-remas hari yang muram dan pucat. Di tepi Rhein yang licin, anggur-anggur hijau ranum menjadi beku. Serpihan dedaunan Linden menjadi bersemu putih. Awan terpotong-potong, menjatuhkan detak hatimu dan hatiku. Berdebum pada bebatuan putih; terjerembab.
Hati kita tersesat di derasnya Elbe. Detak jantung kita terperangkap bongkahan es di puncak angkuhnya Alpen. Lentera senja mulai mengerjap-ngerjapkan apinya, menerka-nerka; apakah kita?
Kesepian mengelupas di batang pepohonan Ek. Cericit burung telah tak ada, hanya angin meraung-raung membinasakan sunyi, merebak di seluruh Schwarzwald.
Aku menjadi dingin dan merinding.
Kau pun jadi menggigil.


Puisi oleh: Fee Al-Lail