(Mittwoch, den 11. Mai 2011, um 20:41 Uhr)
Geram.
Tapi aku tidak ingin memecahkan gelas, ataupun membanting piring.
Aku tidak ingin menggebrak pintu ataupun meloncat keluar dari jendela.
Geram, memang.
Tapi sungguh!
Aku tidak ingin meninggalkan bekas sayatan pada pergelangan tanganku.
Aku juga tidak ingin membentur-benturkan kepalaku ke dinding.
Aku juga tidak ingin memecahkan kaca, lalu menggunakan serpihannya untuk menusuk perutku.
Sungguh aku sedang geram.
Tapi aku tidak ingin mencungkil mata manusia.
Aku juga tidak ingin merobek perut manusia dan mencecerkan ususnya.
Aku juga tidak ingin mencincang wajah manusia hingga sulit dikenali.
Aku benar-benar marah!
Tapi, hey! Percayalah...
Sungguh aku tidak ingin meminum racun, atau mencekik leherku sendiri.
Aku juga tidak ingin meloncat dari lantai tigapuluhsatu, atau menggelinding dari atas tebing.
Aku memang marah.
Dan aku hanya ingin menutup pintu kamar, menguncinya dari dalam.
Kunyalakan laptop.
Kusambungkan dengan Lautsprecher.
Kuputar Numb nya Linkin Park.
Kuputar Welcome to the Black Parade nya My Chemical Romance.
Kuputar Crazy nya Simple Plan.
Volume sudah full seratus persen.
Jika bisa, aku akan menaikkannya menjadi beratus-ratus persen.
Dan kemudian aku adalah lebur.
Terisak, pelan.
Amat pelan.
Kurasakan sakitnya setiap derai yang menetes membasahi syal merah itu.
Ya!
Aku sedang marah.
Aku sedang geram.
Dan aku hanya ingin menangis pelan, itu saja.
Aku tidak ingin memecahkan gelas, ataupun membanting piring.
Aku tidak ingin menggebrak pintu ataupun meloncat keluar dari jendela.
Aku hanya ingin mengunci diri didalam kamar.
Mendengarkan musik keras-keras. Dan menangis.
Itu saja.
Aku tidak ingin memecahkan gelas, ataupun membanting piring.
Aku tidak ingin menggebrak pintu ataupun meloncat keluar dari jendela...
Puisi oleh: Fee Al-Lail
Puisi oleh: Fee Al-Lail

Tidak ada komentar:
Posting Komentar