"Aku Suka Caramu Mencintaiku"
Sunday, February 20, 2011 at 1:45pm
Bulan membentuk lingkaran sempurna. Bersyukur sekali bahwa kau masih bersamaku.
Berjalan santai sepanjang kampus; lampu-lampu malam tersenyum. Pun matamu… kulihat ada senyum disana.
“Ke gazebo yuk?” aku menarik tanganmu agar sedikit mempercepat langkah.
“Whatever you want, baby… I’ll give you all that you need.”
Sungguh, jawaban ini membuat hatiku bersayap dan nyaris terbang. Kalau saja kau tak mencengkeram erat hatiku, mungkin saat ini dia telah terlempar ke kolong langit sana.
Gazebo; 19.05
Diatas kita, hamparan langit dengan percikan bintang menemani sabtu malam kita yang sempurna. Sejenak merebahkan diri. Lelah tak begitu terasa jika bersamamu, Sayang. Aku berbaring beralaskan lenganmu yang membelaiku. Diam. Hening. Malam. Dingin.
Brrr…
Kau bangun; melepas jaket hitammu dan memakaikannya untukku.
“Terimakasih..”
“I love you…”
Dengan pelan tapi pasti, kubalas ucapanmu. “I love you, too.”
Kita kembali berceloteh. Banyak hal.
Nostalgia; mulai dari masa kecil kita. Masa SD kita. Masa SMP kita, dimana kita bertemu cinta pertama kita masing-masing. Khusus hal ini, sangat tidak menarik bagiku (baca: cemburu). Masa SMA; dimana kita dipertemukan. Aku rindu masa-masa kita disana…
Flashback:
Setiap pagi kau selalu menyambutku didepan pintu kelasku. Lalu mengajakku sarapan dengan bekal yang kau bawa dan bahkan kau sendiri yang memasaknya.
Aku jadi malu. Aku tidak pandai memasak, tapi kau yang seorang cowok justru seperti koki saja.. :D
Aku suka caramu menyuapiku. Aku suka caramu mengusap kuah makanan yang membekas di ujung bibirku.
Pulang sekolah; kau menungguku di tempat parkir. Mengantarku pulang. Sebelum pulang, kita selalu membeli jus mangga dan meminumnya di pinggir jalan…
“Sayang?”
Aku tersadar dari flashback ku.
“Kesana yuk?” kuamati arah telunjukmu dengan mata terpicing karena gelap.
Menuju taman. Ada beberapa ayunan disana.
Kau mengajakku naik ayunan. Aku tertawa lepas; angin dingin menerpa wajahku ketika kau mengayun dengan kencang. Kau menggenggam jemariku, tertawa bersama, mengayun bersama… Begitu indah.
Ayunan mulai melambat.
“Mau lagu apa?” kau menawarkan sambil tersenyum.
“Lagu ciptaanmu sendiri, Sayang.”
“Yang mana?”
“Bintang Kecil…”
Kau mulai berdendang. Untukku. Ya, hanya untukku.
Bintang kecil.. Kau terangi hariku…
Didalam setiap malam-malamku…
Bintang kecilku, kau bisikkan cinta..
Disaat hatiku tergores luka…
Ku ingin engkau selalu tersenyum…
Menatap indah dunia, penuh ceria…
Ku ingin engkau… selalu disini…
Cerah menerangi dunia ini…
“Terimakasih… Satu lagi.”
“Apa, Sayang?”
“Our Memorial Song.”
I lost in reverie…
On my chimera when I see…
The darkness of your heart…
I cannot feel your breath..
I cannot feel your love…
I cannot find you here anymore…
You will fly… leave me….
You will…
“Cut cut cut..!!”
“Kenapa?”
“Lyric nya sedang tidak cocok untuk kita saat ini.”
Kau tertawa, mendekatkan bibirmu pada telingaku, dan berbisik… "Aku sayang kamu…"
Oleh: Fee Al-Lail
Tidak ada komentar:
Posting Komentar