Saat itu kelas dua SMA.
Aku belajar di pondok salaf dekat sekolah. Pondoknya sangat ketat. Hari itu 3 Desember, ulang tahunnya. Aku selalu ingin menangis setiap bercerita ini... :’(
Aku sangat mencintainya.
Baiklah. Ketika itu 3 Desember 2008, bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah. Aku berusaha mencari cara agar bisa keluar pondok. Dengan uang tinggal 70rb, aku membeli boneka sapi dengan harga 65rb atau 56rb, aku lupa. Aku tidak pernah peduli mahal atau murah. Aku memilih boneka itu karena aku yakin dia akan suka.
Kemudian tidak sampai disitu saja... Karena waktu keluar pondok hanya sedikit, sehingga aku tidak mungkin mengantar kado itu kerumahnya. Tahukah kalian apa yang aku lakukan?
Akhirnya aku bilang ke pemilik tokonya, “Mbak, tolong bungkusin bonekanya secantik mungkin, karena kado ini untuk yang tercantik...” pintaku sambil tersenyum.
Pemilik toko itu juga tersenyum, sambil mengerjakan permintaanku. Setelah selesai, aku bilang padanya, “Mbak, saya titip kado ini ya. Nanti akan ada cewek yang cantik banget yang akan mengambilnya. Berikan saja dan jangan katakan apapun.”
Setelah itu aku pulang ke pondok tepat waktu. Kemudian aku sms dia.
Lagi dimana sekarang?
Lagi di SMP. Kenapa?
Tiba-tiba aku tersenyum... Aku tahu, sepulang dari SMP, dia pasti melewati toko boneka itu.
Aku tadi di telpon sodaraku, dia ngirim paketan buat aku, tapi aku ga bisa keluar pondok. Bisa minta tolong?
Aku? Ngambil paketan itu? Dimana?
Kemudian aku menjelaskan dimana dia harus mengambilnya.
Baiklah.
Terimakasih sayang. Besok bawa ke sekolah ya. Aku ambil disana saja.
Okay.
Malamnya aku telpon dia. Kalian tahu apa yang terjadi?
Dia sedang di kamarnya ketika aku meneleponnya. Dia langsung berkali-kali mengucapkan ini:
“Terimakasih sayang... Thanks banget! Sayang, kamu... Ah! However, thank you so much...”
Aku tersenyum dan menjawab, “Iya my Night... Sama-sama... Happy birthday ya. I love you so much.”
Kaliah tahu?
Awalnya dia benar-benar tidak tahu isi bingkisan itu. Dia tidak berani membukanya, atau sekedar melihat melalui tas kresek putih yang membungkusnya rapat. Dia bahkan tidak berani menyentuh kertas kado warna krem bermotif bunga-bunga itu...
Tapi sore itu, tiba-tiba adiknya membuka bingkisan itu karena penasaran. Dia buka dengan lancangnya...
Dia marah-marah mengetahui bingkisan itu terbuka dan kertas kadonya robek. Dia marah total kepada adiknya, tetapi...
Tetapi kemarahannya yang meluap itu berhenti secara tiba-tiba. Dan dia terdiam selama beberapa saat. Ternyata pandangannya tersangkut pada sebuah lembaran kecil didalam bingkisan itu, bertuliskan “4U my Night...”
Itu saja.
Dan sangat membuatnya bahagia ketika itu...
Itu memberitahunya betapa aku cinta padanya...
Oleh: Mohammed El-Charist
Tidak ada komentar:
Posting Komentar