Jumat, 03 Juni 2011

Tanpa Judul

Pelangi meloncat, singgah di matamu.
Sebias warna biru, tercengang aku dalam liukmu.
Senja berlalu, merah bersemu.
Mencuat warna-warna lain pada kanvasmu.
Ah, usang!
Kilaumu memercik pada jinggaku.
Tertahan; bergejolak rindu.
Merintih aku pada bayangmu.
Hah! Bisu.
Kata-kataku tersangkut pada batang bunga itu.
Menyerap madu yang maniskan kamu dan aku.
Kupu-kupu tetap terbang, membisikkan rindu yang baru.
Tersemat dalam kalimat adalah waktu.
Dan aku semakin ragu...



Puisi oleh: Fee Al-Lail

Tidak ada komentar:

Posting Komentar