Jumat, 03 Juni 2011

Seharusnya Kubungkam Saja Mulut Mereka!

Ketika angin berceloteh dengan hujan, rumput dan ilalang begetar mendengarkan.
Seharusnya kuabaikan mereka.

Jam berdetak, lonceng berdentang menyerukan rinduku yang tersesat di kamarmu.
Seharusnya tak kudengar mereka.

Pohon-pohon pinus saling berbisik, diikuti tawa daun-daunnya yang merejam tanah.
Seharusnya kubungkam saja mulut mereka.

Ayunan bambu di pekarangan karet menendang-nendang kerikil basah yang dibawa angin.
Terpelanting jauh; membentur tembok rumah yang kusam pucat tua.
Seharusnya kuhancurkan saja dia.

Biji-biji udara menampar sajak-sajakku, meremas-remas setiap kata yang terpoles disana.

Sudah!
Bakar saja semuanya!
Agar puas kalian menghancurkanku, dan tertawa.

Seharusnya ku kubur saja, kupendam di lumpur pinggir ladang itu...


Puisi oleh: Fee Al-Lail

Tidak ada komentar:

Posting Komentar