(Mittwoch, den 11. Mai 2011, um 20:51 Uhr)
Di dinding itu:
Deutschelandkarte. Kumpulan tempelan Wortschatz. Dua lukisan. Satu kolase. Kertas usang yang telah robek di ujung kirinya, bertuliskan puisi darinya yang berjudul “Wegen Dir”.
Di meja itu:
Pigura berisi foto kami. Dua kamus Deutsch. CD Studio D A2. Satu Al-Qur’an. Satu Twilight. Satu New Moon. Satu Eclipse. Satu Breaking Dawn. Satu Goosebumps.
Masih di meja itu:
Seikat bunga rumput tadi sore.
Diatas ranjang:
Lembaran dialog Rollenspiel yang berjudul ,,Nein!’’.
Satu syal merah.
Di pojok:
Setangkai bunga tebu yang dipetiknya tadi sore, untukku.
Entah dimana:
Mobile phone ku.
Sial, berisik!
Bunga rumput itu memanggil-manggilku.
Mengejekku.
Menertawakan mataku.
Hah!
Enyah saja kau!
Kuremas.
Kubuang keluar jendela.
Puisi oleh: Fee Al-Lail
Puisi oleh: Fee Al-Lail

Tidak ada komentar:
Posting Komentar