Kamis, 02 Juni 2011

Kenangan Bunga Rumput (Part 1)



(Mittwoch, den 11. Mai 2011, um 20:51 Uhr)


Di dinding itu:
Deutschelandkarte. Kumpulan tempelan Wortschatz. Dua lukisan. Satu kolase. Kertas usang yang telah robek di ujung kirinya, bertuliskan puisi darinya yang berjudul “Wegen Dir”.

Di meja itu:
Pigura berisi foto kami. Dua kamus Deutsch. CD Studio D A2. Satu Al-Qur’an. Satu Twilight. Satu New Moon. Satu Eclipse. Satu Breaking Dawn. Satu Goosebumps.


Masih di meja itu:
Seikat bunga rumput tadi sore.

Diatas ranjang:
Lembaran dialog Rollenspiel yang berjudul ,,Nein!’’.
Satu syal merah.

Di pojok:
Setangkai bunga tebu yang dipetiknya tadi sore, untukku.

Entah dimana:
Mobile phone ku.

Sial, berisik!
Bunga rumput itu memanggil-manggilku.
Mengejekku.
Menertawakan mataku.

Hah!
Enyah saja kau!

Kuremas.
Kubuang keluar jendela.


Puisi oleh: Fee Al-Lail

Tidak ada komentar:

Posting Komentar