Tadi sepulang dari toko buku, aku melewati jalan kita.
Rumput itu masih bersemu merah, tertiup angin sore dengan sedikit derai gerimis.
Tadi sepulang dari toko buku, aku melewati jalan kita.
Bunga-bunga tebu masih putih dan ranum, berjajar di sepanjang jalan kita.
Rumput merah itu tak beranjak.
Tadi sepulang dari toko buku, aku melewati jalan kita.
Jembatan itu masih disana, bercanda dengan rumput merah kita yang tumbuh diatasnya.
Tadi sepulang dari toko buku, aku melewati jalan kita.
Bebatuan kelabu di sela-sela rerumputan masih tersenyum seperti dulu,
Seperti ketika kita pertama kali melihat.
Tadi sepulang dari toko buku, aku melewati jalan kita.
Ah! Sepi lagi. Dulu kau ada disini. Bersamaku.
Memandangi rumput merah di jalan kita.
Dulu kau ada disini. Bersamaku.
Duduk diatas batu kelabu itu, kemudian memetik bunga tebu yang putih.
Dulu, sepulang dari toko buku, kita melewati jalan ini.
Ketika itu rumput merah kita menggigil dibawah gerimis.
Tapi tersenyum.
Dulu, sepulang dari toko buku, kau dan aku berhenti sejenak disini, saling memandangi rumput, batu dan bunga tebu di jalan kita ini.
Puisi oleh: Fee Al-Lail
Tidak ada komentar:
Posting Komentar